Simulasi KPR Bagi Kamu Yang Memiliki Penghasilan Rp 3 Juta Sampai Rp. 5 Juta




Memiliki dan membeli rumah di tengah atau pusat Jakarta merupakan hal yang tidak mudah untuk diakukan. Alterntif yang bisa kamu lakukan ialah dengan membeli rumah di pinggiran kota seperti Depok, Tanggerang atau Bekasi. Selain harga rumah dan besaran uang muka ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan seperti biaya tanda jadi, biaya appraisal, biaya asuransi, biaya notaries, dan biaya administrasi.

Dengan penghasilan yang hanya mencapai Rp 3 juta hingga Rp. 5 juta kita bisa mendapatkan rumah kisaran Rp. 150 juta. Bila kita memiliki tabungan Rp 30 juta dan mengajukan KPR dengan DP minimal 10 % makan berikut gambaran simulasi KPR yang mungkin terjadi


Dari nominal Rp. 30 juta yang dimiliki pada tabungan kita akan menggunakan Rp 15 juta untuk membayar uang muka dari harga jual rumah Rp. 150. Juta. Sisa Rp 15 juta yang akan dipakai untuk membayar biaya – biaya tambahan lainnya seperti yang disebutkan diatas.

Dengan hitungan tersebut maka utang pokot yang kita miliki ialah.

Harga Rumah : Rp 150.000.000
Uang Muka : Rp. 15.000.000

Utang Pokok : Rp. 150.000.000 – Rp. 15.000.000 = Rp 135.000.000 ( Plafon Kredit )

Umumnya bank akan memberikan bunga tetap apda cicilan 2 tahun pertama, kita ambil besaran bunga misalnya 5%. Setelah 2 tahun bunga mengambang atau floating akan berubah bergantung pasar. Misalnya kita akan mengambil asumsi tenor 12 tahun atau 14 bulan maka besaran cicilan dapat dirumuskan sebagai berikut :

Rumus angsuran 2 tahun pertama :

·         Cicilan Pokok : Utang Pokok/tenor

Rp. 135.000.000/144 bulan = Rp. 937.500

·         Bunga : Saldo pokok sebelumnya x 5%/12bulan

Saldo pokok merupakan sisa utang pokok KPR yang belu dibayarkan. Dengan bunga efektif, nominalnya selalu berkurtang sari ciciln bulan pertama hingga terakhir. Ketika angsuran pertama besar saldo pokok sama dengan nominal utang pokok.

Cicilan pokok = Rp. 937.3500
Bunga = (Rp. 135.000.000 x 5%)/12 bulan = Rp. 562.500

·         Jumlah cicilan = cicilan pokok + bunga

 Rp. 937.500 + Rp. 562.500 = Rp. 1.500.000

Jadi selama 2 tahun pertama kita diwajibkan membayar angsuran setiap bulan dengan nilai Rp. 1.500.000 dengan bunga flat 5%.kita akan membayar total angsuran selama 2 tahun sebanyak :

Rp. 1.500.000 x 24 bulan = Rp. 36.000.000

Dengan begitu sisa utang pokok yang belum dibayar ialah :
Rp. 135.000.000 – Rp. 36.000.000 = Rp. 99.000.000

Setelah dua tahun menjalani angsuran dengan bunga 5 persen, tiba saatnya untuk kita menjalankan angsuran dengan tambahan bunga floating. Rumusnya masih sama dengan yang pertama diaras, namun yang membedahkan hanya perhitungan bunganya saja.

Cicilan setelah 2 tahun :
Utang Pokok : Rp. 99.000.000
Cicilan Pokok : Rp. 937.500
Bunga (10%) : (Rp. 99.000.000 x 10%) /12bulan = Rp. 825.000

Maka diperoleh jumlah cicilan pertama setelah dua tahun sebagai berikut :
·         Jumlah cicilan = cicilan pokok + bunga

 Rp. 937.500 + Rp. 825.000 = Rp. 1.762.500

Dengan menggunakan mekanisme bunga efektif, maka jumlah cicilan rizal akan berkurang dari bulan ke bulan karena bunga akan dihitung dari saldo pokok cicilan yang sebelumnya sehingga besar cicilan pada bulan kedua sebesar :

·         Bunga Efektif = { ( Rp. 99.000.000 – Rp. 1.762.500 ) x 10%} / 12 bulan = Rp. 810.312

Maka dengan begitu jumlah ciciln pada bulan kedua setelah dua tahun ialah :
Rp. 937.500 + Rp. 810.312 = Rp. 1.747.812

Sisntem atau mekanisme ini akan terus berlanjut hingga angsuran terbayarkan seluruhnya. Karena kita menerapkan bunga floating setelah 2 tahun maka bunga pada tahun – tahun berikutnya akan terus berubah bisa mengalami kenaikan atau bahkan penurunan yang cukup drastic.

Dengan simulasi KPR diatas kita bisa menyimpulkan bahwa harus menyisihkan uang sebesar Rp. 1.500.000 selama dua tahun pertama dan sekitar Rp. 1.700.000 an di tahun – tahun berikutnya.

Bagaimana cara untuk mengumpulkan uang tersebut. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menyisihkan uang demi bisa membayar angsuran KPR setiap bulannya. Kamu bis amulai dari menurunkan intensitas untuk hobi, mengontrol pengeluaran rutin, menghapus seluruhnya pengeluaran yang tidak perlu, dan beragam cara lainya. Bila kamu memiliki penghasilan sekitar Rp. 3.000.000 hingga Rp. 5.000.000 kamu bisa menerapkan simulasi KPR diatas dengan memilih rumah dengan nilai jual tidak lebih dari Rp. 150.000.000 dengan bunga KPR yang rendah atau setidaknya 5%.

Hanya ada satu anjuran yang berlaku untuk siapapun yang ingin membeli rumah atau memiliki rumah dengan cara kredit dan menempuh KPR agar angsuran selalu lunas tanpa ada hambatan yakni berhemat !!.



Komentar